PSHT Cabang Pamekasan Akan Turun ke Jalan Bila Polres Pamekasan Tidak Tindak Tegas Balap Liar

PAMEKASAN, Zonainvestigasi.com
Buntut dari kejadian salah seorang warga perguruan Pencak silat yang tergabung di Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) pamekasan tertabrak pengendara aksi balap liar, pada Sabtu (02/02/2025) malam.

Melalui rekaman video singkat yang berdurasi 1.36 menit yang tersebar di grup-grup whastapp, Abd kholis yang merupakan Lembaga Hukum (LBH) dan Advokasi PSHT Cabang pamekasan memberikan pernyataan pedas terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam musibah tersebut.

Kini pihaknya meminta Kapolres Pamekasan untuk menindak tegas dan menertibkan segala bentuk balap liar yang ada di Kabupaten Pamekasan, jika permintaan itu tidak di indahkan maka ribuan warga PSHT yang ada di pamekasan berjanji akan turun langsung ke lapangan untuk menertibkan balap liar yang sangat meresahkan masyarakat dan pengguna jalan.

“Kami meminta kapolres pamekasan untuk menindak tegas dan menertibkan segala bentuk balap liar yang ada di Pamekasan, jika permintaan kami tidak di indahkan maka kami ribuan warga PSHT cabang pamekasan akan terjun sendiri untuk menertibkan balap liar tersebut tanpa pandang siapapun itu,” ucap Mas Kholis sapaan akrabnya. Senin (3/2/2025).

Di tempat terpisah ketua ranting kota PSHT cabang Pamekasan Retno suseno mengungkapkan, akan selalu mengawal kejadian ini dan jika tidak menemukan titik terang dan tidak tuntas maka dirinya juga akan menyurati Polres Pamekasan baik untuk melakukan audiensi ataupun solusi terakhir dengan nelakukan aksi Unjuk Rasa di polres pamekasan dengan menurunkan ribuan warga PSHT Cabang Pamekasan.

“Kami terus fokus mengawal kejadian ini dan jika tidak ada titik terang dan tidak selesai maka kami akan menyurati Polres Pamekasan baik untuk audiensi maupun aksi Unjuk rasa,” ujarnya.

Sampai berita ini di turunkan , korban kecelakan balap liar masih di lakukan perawatan intensif di RSUD DR.H SLAMET MARTODIRDJO pamekasan dengan menderita patah tulang bahu kiri dan lecet di sekujur tubuh dan korban saat ini belum sadarkan diri.(M/din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *