
Tulungagung – zonainvestigasi.com
Seorang pendaki ditemukan meninggal dunia di jalur pendakian menuju kawasan wisata religi Candi Dadi, Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (17/1/2026).
Korban diketahui bernama AR (38), warga Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. Korban diketahui berangkat mendaki bersama dua rekannya sejak pagi hari sekitar pukul 07.30 WIB.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan saksi di lokasi, rombongan memulai pendakian dari jalur utama Desa Wajak Kidul menuju Candi Dadi dengan kondisi cuaca mendung dan jalur yang licin akibat hujan semalam.
Sekitar pukul 09.45 WIB,
korban mulai terlihat kelelahan. Ia sempat mengeluhkan sesak napas, pusing, dan lemas saat melewati tanjakan terjal menjelang area puncak.
Rekan korban sempat mengajak untuk beristirahat, namun korban memilih melanjutkan perjalanan.
Tak lama kemudian, korban tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri.
“Korban sempat duduk, lalu tiba-tiba roboh. Kami coba membangunkan tapi tidak ada respons,” ujar salah satu saksi kepada petugas.
Melihat kondisi tersebut, rekan korban segera meminta bantuan warga sekitar dan menghubungi pihak kepolisian.
Sekitar pukul 10.30 WIB,
petugas Polsek Boyolangu bersama tim BPBD dan tenaga medis tiba di lokasi. Setelah dilakukan pemeriksaan, korban dinyatakan meninggal dunia di tempat.
Evakuasi dan Pemeriksaan
Proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena medan jalur yang sempit dan menanjak. Jenazah korban diturunkan menggunakan tandu darurat menuju akses jalan terdekat, kemudian dibawa ke RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk pemeriksaan medis.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dugaan sementara korban meninggal akibat kelelahan dan kondisi fisik yang tidak prima. Tidak ada unsur pidana,” kata Kapolsek Boyolangu, AKP Suyono.
Imbauan Kepolisian
Pihak kepolisian mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas pendakian, terutama di jalur menuju Candi Dadi yang memiliki karakteristik terjal, licin, dan minim penerangan.
“Pastikan kondisi fisik benar-benar sehat, jangan memaksakan diri, dan perhatikan faktor cuaca,” tegas AKP Suyono.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi para pendaki dan wisatawan agar lebih mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di alam terbuka. ( As )

