Tangis Tak Terbendung! Gibran Ditemukan Tak Bernyawa Setelah 4 Hari, Hanyut Hingga 13 Km

zonainvestigasi.com

Sidoarjo, Zonainvestigasi.com – Duka mendalam menyelimuti warga Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.

Setelah empat hari pencarian tanpa henti, balita malang bernama Gibran Septian (1,5) akhirnya ditemukan.

Namun nahas, korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Peristiwa tragis ini bermula pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

Saat itu, korban diduga terpeleset dan jatuh ke aliran sungai di dekat rumahnya saat kondisi lingkungan sedang lengang.

Sejak saat itu, korban dinyatakan hilang dan diduga kuat terseret arus sungai.

Tangis keluarga pecah ketika kabar duka datang.

Harapan yang terus dipanjatkan selama empat hari, akhirnya runtuh seketika.

Gibran ditemukan pada Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 09.15 WIB, sejauh kurang lebih 13 kilometer dari titik awal hilangnya korban.

Kapolsek Tanggulangin, AKP Moch. Soleh, SH, membenarkan penemuan tersebut.

Ia mengatakan, sejak laporan diterima, pihaknya langsung bergerak cepat bersama tim gabungan.

“Begitu laporan kami terima, anggota langsung kami turunkan bersama tim SAR, BPBD, dan relawan untuk melakukan pencarian intensif di sepanjang aliran sungai,” ujar AKP Moch. Soleh, Sabtu (11/4/2026).

Ia menambahkan, proses pencarian menghadapi berbagai kendala, terutama derasnya arus sungai yang memperluas radius pencarian hingga belasan kilometer.

“Korban akhirnya ditemukan sekitar 13 kilometer dari lokasi awal.

Ini menunjukkan derasnya arus sungai di lokasi kejadian,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sidoarjo, Dwijo Prawito, ST, MT, menjelaskan bahwa kondisi alam menjadi faktor utama sulitnya pencarian.

“Arus sungai cukup deras dengan visibilitas air yang keruh, sehingga menyulitkan proses penyisiran.

Tim harus memperluas area pencarian hingga jauh dari titik awal,” jelasnya.

Selama empat hari, tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, Basarnas, dan relawan terus melakukan penyisiran tanpa henti.

Upaya itu akhirnya membuahkan hasil, meski harus dibayar dengan kabar duka.

Isak tangis keluarga dan warga tak terbendung saat proses evakuasi berlangsung. Suasana haru menyelimuti lokasi, menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban.

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar lebih waspada, terutama dalam mengawasi anak-anak di sekitar aliran sungai atau saluran air terbuka yang berpotensi membahayakan.

Kini, Gibran telah pergi. Menyisakan duka mendalam, sekaligus menjadi pengingat pahit bahwa bahaya bisa datang kapan saja tanpa diduga. ( Bayu /