“Tak Ada Ampun!” Hj. Ansari Desak Audit Total Pesantren, Siap Bongkar Tuntas Kasus Kekerasan Seksual

zonainvestigasi.com

PAMEKASAN (zonainvestigasi.com) – Anggota DPR RI Komisi VIII, Hj. Ansari, melontarkan pernyataan keras saat menjadi narasumber dalam Forum Group Discussion (FGD) PC GMNI Pamekasan, Rabu (06/05/2026).

Ia menegaskan tidak akan memberi ruang bagi pelaku kekerasan seksual dan siap mengawal penanganan korban hingga tuntas.

Dalam forum tersebut, Hj. Ansari menyebut kasus kekerasan seksual sudah berada pada titik darurat, sehingga penanganannya tidak boleh lagi dilakukan secara setengah hati.

“Undang-undang sudah jelas.
Negara wajib hadir melindungi anak dan seluruh korban.

Tidak boleh ada kompromi, tidak ada ampun bagi pelaku,” tegasnya.

Legislator dari daerah pemilihan Madura itu juga mengungkapkan bahwa korban kekerasan seksual di Pamekasan tidak hanya satu orang.

Ia pun mendesak agar penanganan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan semua pihak terkait.

“Penanganannya harus dari hulu ke hilir.
Proses hukum harus berjalan tegas, pemulihan korban juga harus maksimal. Ini tidak bisa ditawar,” ujarnya.

Tak hanya itu, Hj. Ansari juga menyoroti sistem di lingkungan pesantren yang dinilai perlu evaluasi serius.

Ia bahkan berencana menggandeng Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) untuk melakukan audit total terhadap seluruh SOP, SDM, hingga pola pengasuhan di pesantren.

“Semua harus dibuka dan diaudit.
Negara tidak boleh kalah dalam mencegah kekerasan seksual sejak dini,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya literasi digital sebagai langkah pencegahan di era modern.

Menurutnya, masyarakat harus dibekali edukasi agar lebih bijak dalam bermedia sosial dan terhindar dari konten negatif.

“FGD ini penting sebagai ruang edukasi bersama. Kita harus tekan kasus ini, tidak hanya di Madura, tapi di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Ketua PC GMNI Pamekasan, Saifus Suhada, menyatakan dukungan penuh terhadap sikap tegas Hj. Ansari.

Ia berharap kasus di Pamekasan bisa menjadi perhatian nasional dan ditangani secara serius.

“Kami percaya Ibu Hj. Ansari mampu menggerakkan semua pihak. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan,” ujarnya.

GMNI, lanjutnya, siap ikut mengawal upaya pencegahan dan pemulihan korban agar berjalan maksimal.

“Ini tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Reporter: Rindi