
Sampang.(zonainvestigasi.com) – Upaya menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Indonesia, khususnya di Kabupaten Sampang, terus digencarkan.
Demi mempercepat penanganan ATS yang masih tergolong tinggi, Direktorat Pendidikan bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang resmi membentuk Tim Relawan Pendidikan yang beranggotakan 26 orang dari berbagai organisasi dan komunitas masyarakat.
Tim relawan tersebut terdiri dari Yayasan Umar Usman (GREAT Edunesia) Kecamatan Sampang sebanyak 5 orang, Forum Taman Bacaan Masyarakat Pusat Kecamatan Omben 5 orang, Gerakan Beramal Baik Kecamatan Ketapang 5 orang, Relawan PD ‘Aisyiyah Kecamatan Camplong 6 orang, serta 5 relawan dari Kecamatan Karangpenang.
Perwakilan Direktorat Pendidikan Non Formal dan Pendidikan Informal Ditjen Diksi PKPLK Kemendikdasmen, Sumiyati, menyampaikan bahwa program Relawan Pendidikan mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
“Tahun 2025 program ini menjangkau 4 kabupaten dan 20 kecamatan dengan melibatkan 105 relawan. Sedangkan tahun 2026 berkembang menjadi 10 kabupaten, 50 kecamatan, dan melibatkan 261 relawan pendidikan.
Ini menunjukkan adanya peningkatan sekitar 150 persen dalam jangkauan wilayah dan 149 persen kekuatan relawan,” ujarnya,
Selasa (19/05/2026).

Menurutnya, peningkatan tersebut menjadi bukti semakin kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi mitra, serta masyarakat dalam menangani ATS.
“Ini bukan hanya soal angka, tetapi tentang semakin besarnya kepercayaan dan dukungan semua pihak dalam menangani Anak Tidak Sekolah,” tambahnya.
Sumiyati yang akrab disapa Ibu Miya menjelaskan, para relawan nantinya akan turun langsung ke masyarakat dengan mendatangi rumah warga, melakukan verifikasi data, berdialog dengan keluarga, hingga mendampingi anak-anak agar kembali mendapatkan hak pendidikan mereka.
“Kami berharap seluruh relawan menjaga keselamatan, kesehatan, dan etika selama menjalankan tugas.
Program ini harus menjadi penguatan sistem penjangkauan ATS berbasis komunitas yang terus berkembang di daerah,” tuturnya.
Ia juga memberikan semangat kepada seluruh relawan sebelum diterjunkan ke lapangan.
“Kita ingin menghadirkan senyum dan asa baru bagi anak-anak yang hampir kehilangan kesempatan belajar.
Kenakan jaket relawan dengan hati yang hangat dan jadilah sahabat sejati bagi ATS,” ucapnya penuh haru.
Sementara itu, Plh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang yang juga Kepala Bidang PAUD dan PNFI, Rr Dewi Trisna, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan tahun kedua pelaksanaan program Relawan Pendidikan di Kabupaten Sampang.
“Di dunia pendidikan ini kita punya PR besar. Tahun 2025 terdapat sekitar 28 ribu ATS, sedangkan tahun 2026 turun menjadi 27 ribu atau berkurang seribu anak.
Dengan adanya program relawan ini, kami berharap penurunan ATS di Kabupaten Sampang bisa lebih signifikan,” katanya.
Ia menambahkan, penurunan ATS nantinya akan berdampak langsung terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sampang.
Penanganan dan pencegahan ATS sendiri telah memiliki dasar hukum melalui Perpres Nomor 3 Tahun 2026.
“Penanganan ATS tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat agar persoalan ini dapat diselesaikan bersama,” jelasnya.
Rr Dewi Trisna juga menargetkan para relawan mampu menurunkan sedikitnya 150 ATS dalam waktu satu bulan.
“Saya yakin target minimal itu akan tercapai bahkan bisa lebih. Ketika melihat anak-anak kembali bersekolah dan tersenyum, di situlah letak kepuasan kita.
Mari bersama memajukan pendidikan demi mewujudkan Sampang hebat bermartabat menuju Indonesia Emas,” pungkasnya.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemasangan rompi relawan dan penyematan kalung peserta secara simbolis oleh Rr Dewi Trisna bersama Sumiyati kepada perwakilan anggota Tim Relawan Pendidikan.
Pantauan jurnalis zonainvestigasi.com biro Sampang, kegiatan pelantikan relawan berlangsung di Aula Mini Gedung B Lantai 2 Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang.
Acara turut dihadiri perwakilan Direktorat Pendidikan Non Formal dan Pendidikan Informal Ditjen Diksi PKPLK Kemendikdasmen, Dian Santoni, Nursyahwa Islamia, perwakilan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Rahmawati Agustianingsih, SE, Pendamping Pendidikan Widodo, perwakilan Dewan Pendidikan Sampang, serta seluruh anggota Tim Relawan Pendidikan. ( Reporter Is – one )

