Di Tengah Tekanan Ekonomi, Omah Joglo Bugis Bertahan Tanpa PHK dan Jadi Motor Penggerak UMKM Lokal

zonainvestigasi.com

Di Tengah Tekanan Ekonomi, Omah Joglo Bugis Bertahan Tanpa PHK dan Jadi Motor Penggerak UMKM Lokal

MALANG, Zonainvestigasi.com – Saat sejumlah sektor usaha dihadapkan pada tantangan penurunan daya beli masyarakat dan ketidakpastian ekonomi, Omah Joglo Bugis (OJB) di Kabupaten Malang justru memilih strategi berbeda.

Alih-alih melakukan pengurangan tenaga kerja, manajemen mengoptimalkan sektor industri makanan, ruang publik, dan kemitraan UMKM sebagai langkah menjaga stabilitas usaha sekaligus mempertahankan lapangan pekerjaan.

Berlokasi di Jalan Raya Bamban Boro Bugis, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, OJB terus memperkuat model bisnis terpadu yang menggabungkan industri makanan, ruang pertemuan multifungsi, dan pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam satu kawasan ekonomi produktif.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menghadapi dinamika ekonomi nasional yang berdampak langsung terhadap aktivitas bisnis di berbagai daerah.

Tiga Pilar Strategi Bertahan
Untuk menjaga stabilitas operasional, OJB mengandalkan tiga sektor utama yang saling terintegrasi.

Pertama, penguatan industri makanan yang mampu memenuhi kebutuhan konsumsi harian pengunjung maupun kebutuhan logistik berbagai kegiatan berskala kecil hingga besar.

Kedua, pemberdayaan UMKM lokal dengan membuka akses pasar langsung melalui integrasi produk-produk masyarakat ke dalam rantai pasok usaha yang dijalankan perusahaan.

Ketiga, optimalisasi ruang publik dan aula pertemuan yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, mulai dari rapat perusahaan, seminar, pelatihan, kegiatan sosial kemasyarakatan, pesta pernikahan, hingga reuni keluarga.

Dengan dukungan fasilitas seperti proyektor, sistem audio, pendingin ruangan, serta akses internet, ruang pertemuan tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan yang menopang keberlangsungan operasional perusahaan.

Jadi Wadah UMKM dan Aktivitas Masyarakat
Tak hanya berorientasi bisnis, OJB juga berperan sebagai pusat aktivitas masyarakat.

Salah satu kegiatan yang pernah digelar di lokasi ini adalah “Sosialisasi Peranan UMKM dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Desa/Kelurahan” yang diikuti puluhan warga sekitar.

Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa keberadaan OJB tidak hanya berfungsi sebagai tempat usaha, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas pengunjung yang tetap ramai.

Area parkir dipenuhi kendaraan, sementara konsep bangunan semi-terbuka dua lantai yang dipadukan dengan nuansa hijau tanaman gantung menjadikan lokasi ini sebagai pusat interaksi masyarakat dan pelaku usaha.

Komitmen Pertahankan Tenaga Kerja
Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, manajemen OJB menegaskan komitmennya untuk mempertahankan seluruh tenaga kerja yang selama ini menjadi bagian penting dalam operasional perusahaan.

General Manager OJB, Bambang, mengatakan bahwa efisiensi dilakukan pada sektor-sektor yang tidak berdampak langsung terhadap pelayanan dan kesejahteraan karyawan.

“Fokus utama kami saat ini adalah efisiensi pada pengeluaran non-strategis dan optimalisasi seluruh fungsi usaha yang ada, mulai dari ruang pertemuan, industri makanan, hingga penyerapan produk UMKM sekitar.

Kami berupaya semaksimal mungkin agar tidak ada pengurangan tenaga kerja.

Bagi kami, pekerja dan mitra UMKM adalah fondasi utama yang menjaga roda ekonomi lokal tetap bergerak,” tegas Bambang.

Menurutnya, menjaga keberlangsungan usaha harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kepastian kerja bagi karyawan dan keberlanjutan usaha masyarakat sekitar.

Tawarkan Paket Event, Dorong Ekonomi Lokal
Selain memperkuat sektor internal, OJB juga terus mendorong peningkatan kunjungan melalui promosi aktif di media.

Salah satu program unggulan yang ditawarkan adalah Paket Event Bundling, yakni paket kegiatan yang menggabungkan penggunaan aula pertemuan, fasilitas pendukung acara, sajian kuliner khas Nusantara, hingga produk unggulan UMKM lokal.

“Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi perusahaan, komunitas maupun keluarga yang ingin mengadakan acara di OJB.

Selain fasilitas yang lengkap dan nyaman, setiap kegiatan yang digelar di sini juga ikut membantu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar melalui produk-produk UMKM yang kami libatkan,” tambah Bambang.

Di tengah tantangan ekonomi yang masih membayangi dunia usaha, langkah Omah Joglo Bugis menunjukkan bahwa inovasi, kolaborasi dengan UMKM, dan komitmen menjaga tenaga kerja dapat menjadi strategi efektif dalam mempertahankan stabilitas bisnis sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

(Reporter N-aM)

Alih-alih melakukan pengurangan tenaga kerja, manajemen mengoptimalkan sektor industri makanan, ruang publik, dan kemitraan UMKM sebagai langkah menjaga stabilitas usaha sekaligus mempertahankan lapangan pekerjaan.

Berlokasi di Jalan Raya Bamban Boro Bugis, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, OJB terus memperkuat model bisnis terpadu yang menggabungkan industri makanan, ruang pertemuan multifungsi, dan pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam satu kawasan ekonomi produktif.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menghadapi dinamika ekonomi nasional yang berdampak langsung terhadap aktivitas bisnis di berbagai daerah.

Tiga Pilar Strategi Bertahan
Untuk menjaga stabilitas operasional, OJB mengandalkan tiga sektor utama yang saling terintegrasi.

Pertama, penguatan industri makanan yang mampu memenuhi kebutuhan konsumsi harian pengunjung maupun kebutuhan logistik berbagai kegiatan berskala kecil hingga besar.

Kedua, pemberdayaan UMKM lokal dengan membuka akses pasar langsung melalui integrasi produk-produk masyarakat ke dalam rantai pasok usaha yang dijalankan perusahaan.

Ketiga, optimalisasi ruang publik dan aula pertemuan yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, mulai dari rapat perusahaan, seminar, pelatihan, kegiatan sosial kemasyarakatan, pesta pernikahan, hingga reuni keluarga.

Dengan dukungan fasilitas seperti proyektor, sistem audio, pendingin ruangan, serta akses internet, ruang pertemuan tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan yang menopang keberlangsungan operasional perusahaan.

Jadi Wadah UMKM dan Aktivitas Masyarakat
Tak hanya berorientasi bisnis, OJB juga berperan sebagai pusat aktivitas masyarakat.

Salah satu kegiatan yang pernah digelar di lokasi ini adalah “Sosialisasi Peranan UMKM dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Desa/Kelurahan” yang diikuti puluhan warga sekitar.

Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa keberadaan OJB tidak hanya berfungsi sebagai tempat usaha, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas pengunjung yang tetap ramai.

Area parkir dipenuhi kendaraan, sementara konsep bangunan semi-terbuka dua lantai yang dipadukan dengan nuansa hijau tanaman gantung menjadikan lokasi ini sebagai pusat interaksi masyarakat dan pelaku usaha.

Komitmen Pertahankan Tenaga Kerja
Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, manajemen OJB menegaskan komitmennya untuk mempertahankan seluruh tenaga kerja yang selama ini menjadi bagian penting dalam operasional perusahaan.

General Manager OJB, Bambang, mengatakan bahwa efisiensi dilakukan pada sektor-sektor yang tidak berdampak langsung terhadap pelayanan dan kesejahteraan karyawan.

“Fokus utama kami saat ini adalah efisiensi pada pengeluaran non-strategis dan optimalisasi seluruh fungsi usaha yang ada, mulai dari ruang pertemuan, industri makanan, hingga penyerapan produk UMKM sekitar.

Kami berupaya semaksimal mungkin agar tidak ada pengurangan tenaga kerja.

Bagi kami, pekerja dan mitra UMKM adalah fondasi utama yang menjaga roda ekonomi lokal tetap bergerak,” tegas Bambang.

Menurutnya, menjaga keberlangsungan usaha harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kepastian kerja bagi karyawan dan keberlanjutan usaha masyarakat sekitar.

Tawarkan Paket Event, Dorong Ekonomi Lokal
Selain memperkuat sektor internal, OJB juga terus mendorong peningkatan kunjungan melalui promosi aktif di media.

Salah satu program unggulan yang ditawarkan adalah Paket Event Bundling, yakni paket kegiatan yang menggabungkan penggunaan aula pertemuan, fasilitas pendukung acara, sajian kuliner khas Nusantara, hingga produk unggulan UMKM lokal.

“Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi perusahaan, komunitas maupun keluarga yang ingin mengadakan acara di OJB.

Selain fasilitas yang lengkap dan nyaman, setiap kegiatan yang digelar di sini juga ikut membantu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar melalui produk-produk UMKM yang kami libatkan,” tambah Bambang.

Di tengah tantangan ekonomi yang masih membayangi dunia usaha, langkah Omah Joglo Bugis menunjukkan bahwa inovasi, kolaborasi dengan UMKM, dan komitmen menjaga tenaga kerja dapat menjadi strategi efektif dalam mempertahankan stabilitas bisnis sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

(Reporter N-aM)